Tags

, ,

hehehe, ingin posting tulisan tentang materi kuliah hari ini.. it’s so much fun for me.. :D

 

Semeseter 6 ini, setiap senin pukul 10.00 pagi saya berkuliah di ruang  G102. saya belanja satu mata kuliah yang saya pikir akan menunjang karir saya kedepan. mata kuliah itu bernama ORGANISASI DAN PROGRAM KESEHATAN DI INDONESIA dengan dosen Bapak Zarfiel dari PKIP

 

Hari ini pertemuan ketiga kami dalam kelas. materi yang disampaikan pada mulanya seputar Organization Behavior lalu Siklus Hidup Organisasi. Seperti biasa, sang dosen selalu memberikan gambaran materi lewat contoh dalam dunia nyata. Menariknya. (dih, saya ngikik sendiri nulisnya :P ) pembahasan contoh organisasi yang paling sering beliau kutip adalah sepasang kekasih yang sedang pacaran (menurut teori beliau ini adalah bentuk organisasi terkecil dengan sifat temporal) atau pasangan suami istri (kalau ini organisasi kecil dengan sifat permanen).

 

Pembahasan utama saya kali ini tentang siklus hidup organisasi. siklus hidup organisasi ada 5:

  1. start up (birth)
  2. growth
  3. Decline
  4. Renewal, or
  5. Death

seperti saya bilang tadi, hampir semua pembahasan dikaitkan dengan hubugan dalam pacaran atau rumah tangga. tapi ajaibnya, kami semua jadi paham (apa asumsi saya aja ya? :P ). well, untuk kali ini saya tidak akan membahas semua teori diatas karena akan sangat panjang pembahasannya. saya akan fokus hanya pada pembahasan nomor 3 yaitu Reason for Decline

 

Ada 6 alasan kemuduran dalam organisasi yang diambil dari  Buccino and Associates: Seton Hall University Stiffman School of Business, As reported in August 25, 2003, Business Week. Dan akan saya hubungkan dengan hubungan suami istri. maaf, tidak memberi pemisalan untuk pacaran. tanya kenapa? karena tidak ada istilah pacaran dalam islam. tidak boleh karena belum halal :D

 

well, let’s begin our lesson now! 6 Reson for Decline:

  1. to much dept. terlalu banyak hutang ternyata 28% akan membuat organisasi, perusahaan ataupun bahkan hubungan suami istri jadi berantakan. well, bayangkan jika rumah tangga anda sudah sangat banyak hutang. masihkan anda harmonis dengan pasangan anda? masihkah kata sayang terucap dari bibir? (eiiitsss, jangan tanya saya, lawong saya belum berkeluarga, hehehe)
  2. Inadequate Leadership. kurangnya sikap kepemimpinan terbukti 17% merusak organisasi. emm, kalo ini saya sepakat. apa jadinya rumah tangga jika sang suami -sebagai kepala keluarga- tidak memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat? kalo kata salah satu band di indonesia : “Mau dibawa kemana hubungan kitaaaaa:D kalau saya pribadi sebagai seorang wanita sangat menyayangkan jika kepemimpinan dalam rumah tangga tidak dengan baik dipegang oleh pihak pria lalu malah dialihkan ke pihak wanita. laki-laki macam apa itu! (lho? :P ) seperti Khadijah yang menolak lamaran seorang pria karena beliau tau pria itu jiwa kepemimpinannya tak lebih kuat dari dirinya. dia tak ingin ia sebagai wanita yang menjadi kepala keluarga sedangkan ada sang suami disana.
  3. Poor Planing. secara survey didapati 14% kerusakan organisasi bisa dikarenakan lemahnya perencanaan. bayangkan rumah tangga tanpa perencanaan.kalau kata orang bijak, gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. begitu pula rumah tangga. sebaiknya sejak awal sudah ada perencanaan. mau tinggal dimana, deket kantor ayah atau bunda?mau punya anak berapa? kapan? disesuakan lah sama kondisi kerja. kalau punya anak rencananya sang ibu haruskah masih bekerja atau cuti sementara. dan lainnya. jangan sampai nanti misalnya setelah punya anak, sang ibu masih ingin bekerja tapi sang ayah melarang. lalu cekcok yang mementingkan ego masing-masing dan terlantarlah sang anak :P (kok jadi bahas ibu-ayah dan anak yak? ) well, intinya setelah resmi menjadi suami istri, rencanakanlah dengan baik masa depan rumah tangga, insyaallah itu ikhtiar untuk menuju keluarga yang sakinah, mawadah dan rahmah
  4. Failure to Change. gagal berubah juga menjadi alasan rusaknya organisasi dan menurut survey ini membuat 11% organisasi itu mudur. kalau kita misalkan lagi dalam rumah tangga. setiap orang dalam rumah harus siap perubahan. Misalnya, saat ini suami berpengahasilan tinggi, kita sebagai wanita mungkin akan terbiasa belanja berjuta-juta. tapi ketika karir suami sedang surut, kita juga harus bisa menyesuaikan. tak lagi belanja berjuta-juta, hanya beberapa ratus saja (hohohhoo). jika wanita masih tidak mengubah style hidupnya sedangkan ekonomi sang suami telah berubah maka yang ada hanya pertikaian. sang istri minta uang, sang suami tidak memberi. sang istri marah, apalagi suami. sang istri minta uang lagi, sang suami tak memberi lagi. akhirnya cerai karena sang istri tak mampu untuk merubah style belanjanya dan hancurlah organisasi rumah tangga ini (nauzubillah)
  5. Inexperience Maangement. pengalaman manajemen juga merusak organisasi sebesar 9%. maksudnya disini adalah kelihaian memanajemen organisasi tersebut. rumah tangga yang tidak di manaj dengan baik pun akan segera colaps. tidak hanya biacara manajemen uang, tetapi juga manajemen perasaan, emosi ataupun yang lainnya. bayangkan kalau istri tidak bisa memanaj rasa cemburunya pada suami yang bekerja diluar kota. pasti ia akan mudah gelisah dan resah. dikit-dikit curiga. suami yang sering dicurigai pun lama-lama tidak nyaman dengan kondisi itu lalu memprotes sang istri. sang istri yang cemburu semakin resah dimarah sang suami. begiittu, konflik dan konflik hanya karena tak bisa memanage rasa cemburu. belum lagi konflik jika memiliki suami yang tidak bisa memanage rasa marahnya, bisa-bisa tangan melayang ke pipi istri lalu jadilah talak cerai . (nauzubillah, ini kenapa saya kasih contoh horor semua yak? ngeriiii) so, beruntunglah aktivis-aktivis mahasiswa seperti kita yang emosi jiwa dan manajemen dirinya telah banyak dilatih di dunia organisasi. :D
  6. Not Enough Revenue. penghasilan sedikit mempengaruhi 8% dari runtuhnya organisasi. sejujurnya kalo dalam pembahasan terkait rumah tangga saya tidak terlalu berminat soal ini (karena saya sendiri tipe wanita yang tidak telalu peduli dengan urusan uang, bagi saya uang tidaklah terlalu penting). tapi tak jarang saya temui konflik rumah tangga karena uang ini. gaji istri lebih besar dari suami,  suami marah, gengsi. gaji suami kecil, istri marah, tak ada uang belanja. dan akhirnya mereka memilih berpisah. contoh nyata silahkan tengok televisi anda (ituloh para artis..hehe)

 

bagaimana, menarik tidak?bagi saya ini sungguh-sungguh menarik. (sampai-sampai saya langusng ketik tulisan ini disela waktu kuliah karena sangat menarik dan saya takut saya lupa). Setidaknya, membuktikan tercapainya tujuan saya mengambil mata kuliah ini yang pada awalnya untuk menunjang karir di MPR nanti juga akan menunjang karir saya sebagai istri. :D hihihihi

 

 

fiiuuuuuuh (ngelap keringet :P ) akhirnya saya posting materi kuliah dengan improvisasi secukupnya, hehe setelah sebelumnya hanya posting agenda jalan-jalan (yang pasti bikin kalian mupeng semua,hahaha *senyum licik). semoga bermanfaat dan membawa kepada kebaikan.

 

oke, thank you for reading my blog. Let’s smile :D