Tags

Tugas Mata Kuliah Pencemaran Udara dan Kesehatan

FLU BABI

Oleh

Eliza Eka Nurmala

0806335952

DEPARTEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS INDONESIA

2010

1. Pendahuluan

Flu babi pertama kali menyerang manusia pada bulan april tahun 2009 di Amerika Serikat. Angka infeksi penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1 terus meningkat dan menyebar ke banyak negara seperti kanada, meksiko, australia dan argentina. WHO mencatat flu babi hingga Juli 2010 telah menginfeksi 94.512 manusia dengan 429 penderita yang meninggal dunia. Hal ini menyebabakan WHO pada Juni 2009 menempatkan kasus H1N1 pada tahap 5 yaitu pandemic seperti pada gambar 1.1 berikut.

Gambar 1.1 kondisi keparahan flu babi tahun 2009 berdasarkan riset WHO

Di negara Meksiko telah ditemukan korban meninggal di Meksiko mencapai 68 orang, 20 orang positif flu babi dan 1.004 orang terinfeksi. Di Indonesia sendiri dalam waktu sebulan kasus flu babi di Indonesia cepat meningkat hingga mencapai angka 86 orang dengan satu orang kasus meninggal dunia di Bali. Warga Indonesia yang tertular ini ternyata memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri ketika virus ini sedang merebak di wilayah subtropis

Gambar 1.2.kasus positif influenza A-H1N1 di Indonesia

2. Pengertian Judul

Flu babi adalah penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus tipe-A yaitu H1N1. Virus H1N1 yang merupakan singkatan dari dua antigen utama virus yaitu hemagglutinin tipe 1 dan neuraminidase tipe 1. Flu babi merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditakuti selain flu burung karena dapat menginfeksi manusia.

3. Penyebab

Gambar 3.1 virus H1N1

Gambar 3.2. Stuktur virus H1N1

Agent penyakit flu babi adalah virus H1N1 yang merupakan virus tipe A. Virus ini termasuk dalam keluarga Orthomyxoviridae. Virus flu babi ini masih satu genus dengan virus penyebab flu burung.

Virus H1N1 ini pada awal kejadian menginfeksi manusia diperkirakan merupakan virus flu babi biasa yang dapat menyerang manusia. Tapi, penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa virus yang menyerang babi ini merupakan gabungan dari dua gen virus flu biasa pada babi di Eropa maupun Asia dan penyakit yang menyerang burung dan manusia di Asia. Para ilmuan kemudia menyebut kasus ini sebagai “quadruple reassortant” virus.

Gambar 3.3. Gambaran “quadruple reassortant” virus.

Virus flu babi dapat tumbuh optimal pada suhu 37oc sehingga virus yang pada awalnya menyerang wilayah subtropis atau dingin kini menuju wilayah tropis

4. Patogenesis

Virus H1N1 masuk kedalam tubuh melalui saluran pernafasan. Virus masuk kedalam saluran pernafasan atas sehingga kemungkinan penularannya lewat udara. Virus yang terbawa udara kemudian menempel pada trachea dan bronchi. Virus yang telah menemukan tempat nyamannya kemudian berkembang secara cepat antara 2jam dalam sel ephitel bronchial sampai 24 jam pos infeksi.

Sel bronchiol yang telah terinfeksi kemudian akan mengeluarkan eksudat atau nanah. Eksudat yang berlebihan dari bronchi kemudian akan mengakibatkan lesi pada paru paru.

Virus influenza jenis ini tidak hanya memasuki tubuh lewati saluran pernafasan tapi juga dapat masuk tubuh melalui mata dan kontak hidung dengan droplet dari buangan nafas.

5. Penularan

Penularan flu babi melalui udara seperti layaknya flu-flu biasa. Virus terkadang menempel disebuah permukaan yang mungkin kemudian akan terhirup manusia atau babi sehingga meninggalkan infeksi.

Penularan flu babi pada dapat terjadi antara babi dengan babi maupun antara babi dengan manusia. Virus flu babi ini juga tidak dapat menular ke manusia jika manusia memakan daging babi, atau produk olahan yang berasal dari tubuh babi.

Menurut para ahli, orang yang mengidap virus H1N1 akan tetap dapat menularkan virus hingga hari ketujuh. Jika setelah hari ketujuh pasien dikatakan sembuh total maka pasien dapat beraktivitas kembali dan tidak lagi dapat menularkan virus. Namun, apabila lebih dari tujuh hari pasien belum membaik maka kemingkinan orang tersebut masih bisa menularkan virus.

Orang orang yang mempunyai resiko tinggi untuk tertular virus H1N1 adalah

1. Anak anak yang kurang dari 2 tahun dan menjadi manusia dengan resiko tertinggi tertular virus H1N1

2. Orang tua berumur 65 tahun atau lebih

3. Wanita hamil dan orang diatas umur dua minggu dari masa akhir kehamilannya

4. Orang dengan kondisi gangguan kesehatan tertentu misalnya asma, gagal ginjal.

5. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah

6. Orang yang lebih muda dari 19 tahun dan sudah lama mengkonsumsi aspirin

6. Masa inkubasi

Masa inkubasi pada kasus flu babi berkisar antara 2-4 hari, tetapi serangkaian penelitian membuktikan ada pula yang mempunyai masa inkubasi 2-7 hari dengan rata rata waktu berkisar 4 hari

Tanda atau sign yang dapat dilihat pada babi yang tertular virus H1N1 ini antara lain

· Batuk

· Panas tinggi

· Adanya cairan dari hidung

· Bersin

· Susah bernafas

· Susah makan

Sedangkan tanda yang muncul pada manusia yang tertular virus ini berupa:

Ø Demam

Ø Batuk

Ø Sakit kepala

Ø Tubuh pegal-pegal

Ø Kelelahan

Ø Sesak nafas

Ø Diare

7. Pencegahan

1. Memberikan vaksin virus influenza kepada babi. Meskipun vaksin virus influenza yang ada saat ini tidak bisa secara utuh menghilangkan tanda infeksi tetapi vaksin tersebut telha dapat menurunkan jumlah infeksi yang menyerang babi. Penurunan jumlah infeksi ini tentu saja mengurangi potensi penularan pada manusia dan infeksi secara zoonosis.

2. Memperbaiki ventilasi. Virus H1N1 membutuhkan media udara sebagai penyebarannya, dengan adanya sistem ventilasi yang didesign khusus sehingga tidak terjadi re-circulasi udara pada kandang. Hal ini dilakukan dengan harapan babi yang sudah terkena flu tidak bisa menularkan virus ke babi yang masih steril.

3. Mempraktikan kesehatan dasar perorangan. Pencegahan dengan mempraktikan kesehatan personal memang sangat diharapkan dapat menurunkan kasus penularan. Contoh kesehatan perorangan yang dapat dilakukan oleh pekerja pada peternakan babi adalah menggunakan baju khusus ketika memasuki peternakan babi, mengurangi sentuhan dengan babi, mencuci tangan dengan sabun setelah memegang babi.

4. Menggunakan masker. Masker digunakan sebagai upaya perlindungan dari udara yang mungkin sudah terkontaminasi virus. Masker dapat digunakan ketika memasuki wilayah peternakan atau ketika menemui seseorang yang mungkin terinfeksi virus.

5. Jika sudah terinfeksi virus, maka seseorang dianjurkan mengkonsumsi relenza atau tamiflu sebagai anti virus. Namun, penggunaan obat ini tidak boleh secara sembarangan karena ditakutkan akan terjadi resistensi virus terhadap obat tersebut.

8. Referensi
Centers for Desease Control and Prevenion. 2009 H1N1 Flu (“Swine Flu”) and You. [Data File]. dari http://www.cdc.gov/h1n1flu/ga.html

Newly identified H1N1 influenza virus. (2009). [Data berupa gambaran dan sturktur virus H1N1]. Images of the H1N1 Influenza Virus. Diunduh dari http://www.cdc.gov./h1n1flu/images.htm

Olsen, Christopher W. (2004, Januari). Influenza: Pigs, People and Public Health. Public Health Fact Sheet. Diunduh dari http://www.cdc.gov/

“Pig Flu level of alerness raised from 4 to 5, very close to Pandemic” href=”http://pigflu.com/content/pig-flu-level-alerness-raised-4-5-very-close-pandemic”>Pig Flu level of alerness raised from 4 to 5, very close to Pandemic. (2009). [Data berupa grafik keparahan kasus flu babi]. Phase fve pandemic pig flu. Diunduh dari http://pigflu.com/content/Pig-Flu-Level-Alerness-raised-4-5-very-close-pandemic.html

Syafriati, Tatty. (29 April 2009). Mengenal Penyakit Influensa (Flu) Babi. Diunduh pada tanggal 15 Maret 2010, dari http://creasoft.wordpress.com

Wahyudi, Suryatman. (28 April 2009). Apa Itu Flu Babi?. Diunduh pada tanggal 13 Maret 2010, dari http://www.vet-indo.com/Tabel/Berita-Umum/Apa-Itu-Flu-Babi.html