Tags

saya suka sekali kata-kata ‘tamparan’ yang diberikan kak Dewina  saat saya  menyatakan keputusan untuk tidak maju MAPRES. beliau bilang “Sa, kalau aku, aku akan coba semuanya selama aku bisa. karena kita ga akan pernah tau limit (kemampuan-red) kita sampai kapan“. Nasihat itu memang sangat pas untuk saya karena saya sampaikan kepada beliau alasan saya tidak maju mapres karena ingin fokus menyiapkan presentasi di Jepang dan Malaysia.

oke, saya akui saya menyesal.tapi bukan menyesali keputusan saya untuk tidak maju mapres  melainkan kebodohan saya yang terdoktrin kata-kata orang yang sebenarnya ternyata mengerdilkan potensi saya (saya tau orang itu tidak berniat seperti itu, saya-nya aja yang error, hehe, -___-“). Dia bilang, jika diibaratkan saat ini saya sedang diberi banyak bola dan saya harus fokus memilih salah satu bola, kalau tidak bola itu akan jatuh satu persatu dan saya tidak akan mendapatkan apa-apa. doktrin itu berulang masuk ke telinga saya.dan taraaaaaaaaaam! saya terpengaruh juga. (kok saya jadi curcol? stop! alhamdulillah, karena ga sibuk urus apa-apa  2 bulan  jadi lebih banyak waktu luang bermain bersama teman-teman bahkan bisa jalan-jalan😛 )

intinya: Don’t try this at home, eh salah, don’t try this to your self. jika dengan doktrin orang lain, berhati-hatilah. jangang langsung telan ya atau anda akan berakhir seperti saya.😦 , halah!😀

 

well, saya bukan mau curcol doang kok, hehe. the most important one in this note is about my submission to word bank essay competition. Temanya tentang Youth Migration. ada 3 pertanyaan mendasar yang harus applicant jawab , yaituAnd you know what?! 8 orang beruntung akan di undang ke Paris (disediakan tiket pesawat, akomodasi, dll) untuk mempresentasikan karya mereka. kemudian dipilih 3 jawara. Juara pertama akan dapat hadiah tunai plusminus 30juta, juara dua dapet plusminus 20juta, juara tiga dapet plusminus 10 juta. sangat menggiurkan! (terutama untuk saya yang sedang ingin laptop baru, hehe). lebih dari hadiah uang, tapi sebuah penghargaan pada kerja keras pribadi, itu yang utama.😀 tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, saya berusaha membuat essay ini dengan semampu saya. Hei!bagi saya, ini bukan urusan menang atau kalah tapi ini adalah urusan kontribusi apa yang bisa kamu berikan? dan perlahan jari saya mengetikkan kata pada form regitrasi. tekan enter. sent.

 

eh eh, ini ding ringkasan tulisan aku (maap ya, ingrisnya ngaco😛 )

Skill Assessment for Youth Migrant

Sometimes the villagers come to town without having the ability. It makes them unable get living adequate in the city. Therefore skill assessment is required to make sure that every villager who will go into town will get a job or create a creative activity in the town. So they will not be a tram.

 

Alhamdulillah setelah submit paper, langsung dapet balesan dari website-nya. Menurut saya, balasan dari server essaycompetiton itu keren loh ! tampilannya di laptop saya kayak gini nih:

entah nanti hasilnya apa, bukan lagi urusan saya. sekarang si doa dan si takdir yang sedang berperang. dan siapa yang menang itu hanya jadi rahasia Allah swt. okai?!tetap SEMANGAT!!!

 

 

 

semuanya akan saya coba, mumpung masih muda😀

Tidak lagi ada istilah ‘pilih bola’

yang ada adalah berusaha optimal karena kita tidak tahu dimana ‘limit’ kita

*sambil ngedit essay untuk ke Taiwan