Tags

alhamdulillah, sudah seminggu dari kabar baik itu. sebuah perusahaan di Lampung menerima saya magang tugas akhir disana selama 2 bulan.insyallah…
 
 

Kalau ditanya apakah saya senang? yap!Sungguh bahagia dan bersyukur..

  • pertama, karena pabrik ini dekat dengan rumah saya di lampung. mungkin hanya 10menit naik motor dengan kecepatan standar saya 40km/jam. insyallah bisa tinggal dirumah lebih dari 3 minggu. (seinget saya, sejak ngekost dari kelas 1 SMA,waktu paling lama dirumah sejak saat itu adalah 3 minggu. selebihnya paling libur seminggu atau dua minggu. alhamdulillah)
  • kedua, setelah 5 tahun tidak bisa full ramadhan di rumah, insyallah tahun ini bisa dirumah selama sebulan. jadwal magang bulang juli-agustus beririsan dengan ramadhan yang tepat jatuh pada bulan agustus 2011. YEY!puasa dirumah!😀
  • Ketiga, ketrimanya magang saya sebenernya karena kerja sama orang tua-anak yang keren (narsis :P). Bapak sama ibulah yang paling semangat pas tau saya ada rencana magang di Lampung. ibu mendesak bapak untuk segera ke perusahaan. akhinrya, yang ketemu dan loby manajer disana bapak, (saya sadar, kemampuan loby, advokasi, public speaking saya diturunkan dari bapak🙂 )bahkan bapak juga yang datang ke pabrik berkali-kali buat sekedar kasih gambaran pabrik via telp ke saya.  saya hanya perlu meloby manajer di pusat, jakarta. Alhamdulillah, semakin sayang sama orang tua. sayang ibu-bapak, cups! :*
  • keempat, insyallah cukup punya waktu ntuk melunasi sebuah ‘janji’ di kampung. ada sebuah ‘janji’ yang sudah saya tangguhkan hampir 3 tahun. maaf…

Kalau ditanya apakah saya sedih?  yap!sedikit (sedikit, sangat sedikit) sedih karena target ke PAPUA tidak jadi terlaksana tahun ini.

Bapak mensyaratkan saya harus punya teman dari depok (baca-UI) ke PAPUA. Teman dari KL tidak ada yang berencana magang sejauh saya (sepertinya saya paling ga waras dikelas :P), sedangkan rekan K3 yang bersemangat mangang disana tidak jadi berangkat karena tahun ini perusaan itu tidak menerima magang mahahiswa K3. plaaaas pasrah..

Kalau ibu, beliau orangnya tau banged saya. beliau tau kalau saya tipe planner. jadi beliau tidak mempersoalkan keberangkatan saya. beliau tau kalau saya pasti sudah merencakanan dan memperhitungkan segala resikonya, termasuk beridhul fitri di Papua walau berat meng-iyakan.

ternyata setali tiga uang. cerita ke nenek-om-dan keluarga besar ternyata mereka juga tidak sepakat. berbahaya, jauh, sendirian, perempuan rawan konflik sampe ‘hati-hati nikah sama orang kriwil‘ jadi senjata mereka untuk melarang saya. (alasan terakhir bikin saya ketawaketiwi sendiri,😛 )

jadi inget balesan sms seorang anak lulusan STAN  “Afwan Ukh, ane izin ya tidak ikut rapat. ane sedang dinas di papua….bla-bla-bla” huaaaaaaaaa, mauuuuuuuuuuuu >.<

KENAPA SIH EL, LOE PENGEN BANGED KE PAPUA?

Pertanyaan ini tidak sekali dua kali mampir ketelinga saya. berkali-kali. karena mungkin saya termasuk dari sedikit orang yang ingin bekerja dipedalaman rimba pulau timur indonesia ini. mudah, KONTRIBUSI. saya ingin berkontribusi lebih, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat disana, untuk mengungkapkan fakta ke masyarakat, dan tentu saja untuk menyebarkan indahnya islam pada mereka.

mungkin memang benar, dengan adanya saya disana tidak lalu membuat perubahan yang signifikan atau pesat untuk papua. tapi saya ingin mencoba menjadi pasir dari bangunan’ kemajuan di Papua.  setidaknya saya ingin mencari jawaban dari lapangan ‘sudah 65 tahun indoensia merdeka, dan masih saja papua tertinggal, what’s happen there? I wanna find it by myself,my own eye!’. karena dengan ‘jabatan’ saya sebagai mahasiswa dapat menjadi kekuatan untuk mengungkapakan kebenaran. sedang jubah kebesaran berlogo makara ini akan diambil dari saya (semoga) 9bulan lagi.  mungkin jikalau saya diberi jalan ke Papua dengan status pejabat atau apapun anggota partai, rasanya akan pasti berbeda dengan ketika masih menjadi mahasiswa.

aih, tapi karena saya orangnya BERSEMANGAT 45!, tak jadi masalah, mau papua ataupun manapun, selama menebar kebaikan untuk indonesia, itu juga ibadah bukan?😀

sudah sepekan, proposal belom selesai juga. plak!Paraaaaaaaah!!!
bersiap begadang! T.T
*jangan ditiru ya pemirsa😛

              Jawaban doa sejak lebih dari 6 bulan lalu memang bukan PAPUA.

              tapi itulah skenarioNya untuk hidup saya.

              saya berhak merencanakan dan Allah berhak menentukan.

              pasti Allah telah merencanakan sebuah kejutan untuk saya di Lampung sana…😀

*eh,tiba-tiba dapet ide untuk volunteer di TPA ngajar ngaji anak-anak, huaaaaaaa pasti seru! 😀

terimakasih ya Rabb..