Merenkonstruksi umat dimasa depan bisa dimulai dengan merubah generasi muda, anak-anak. Pendidikan anak bisa dimulai dari sekup terkecil yaitu keluarga. Nah, disini saya coba melihat fenomena hubungan ayah dan anak di lingkungan saya sendiri lalu coba mencari benang merahnya yang bisa sedikit merubah dunia, aamiin. ide sederhana, yang penting ‘ngena’😛

So, What can a Daddy do to raise the youth?

1. Beri nama anak dengan tambahan unsur nama anda
Fenomena yang saya lihat, banyak orangtua memberi nama anak tanpa memperhatikan artinya. Yang penting keren namanya, mirip artis atau pemeran sebuah sinetron. Bagus sih, ga dilarang selama nama itu memang baik. tapi menurut saya ada yang kurang.
Karena di Indonesia tidak menggnakan sistem BIN atau BINTI, memasukkan nama ayah ke nama anak ini menurut saya penting dilakukakan biar ketahuan tuh, “ooo, si fulanah anaknya fulan toh”. misalnya, kayak kita kalo denger nama Ananda Bakrie, pasti ketahuan tuh orang dari keluarga Bakrie.
Langkah kecil ini saya fikir secara psikologi (tanpa saya uji  validitasnya, hehe) akan berpengaruh bagi anak dan ayah. ayah tidak akan macam-macam karena takut membuat anaknya malu, secara gitu ya nama dia dipake anaknya. begitu juga sebaliknya, anak malu untuk berbuat aneh karena dia menyandang nama ayah yang ia hormati.

2. Ajak putramu sholat dimasjid
Fenomena yang saya lihat diramadhan kali ini yaitu banyak anak laki-laki yang ikut dijamaah putri bareng ibunya. entahlah dia sholat atau tidak. tapi saya lalu bertanya-tanya “Ini bapaknya kemana dah?zzzztttt” -,-‘.
Mungkin bisa jadi si Ayah ogah repot kali ya ngurus anak kecil yang biasanya emang rewel pas sholat, tapi pendidikan agama kan harus dimulai dari kecil. Si anak juga telah punya shafnya sendiri yaitu dibelakang laki-laki dewasa, begitu kan ya ditata cara sholat jamaah?
entahlah, ada masjid yang melarang orantua mengajak anak sholat dengan alasan untuk menjaga kekhusuan orang dewasa katanya. dih, egois. ya gimana anak mau rajin ke masjid coba kalo yang tua aja ngelarang? harusnya si anak rajin dikasih pengertian kalau misalnya dimasjid itu dilarang ribut. saya yakin, anak juga akan ngerti kalo dikasih penjelasan dengan baik oleh orangtuanya.
ayo, jangan biarkan putra anda tidak terbiasa sholat dimasjid ya Bapak-Bapak.

3. Sentuh putrimu
ini sejujurnya saya bingung mau nulisnya apa, disentuh apa dibelai apa dielus yak? takutnya konotasinya negatif, eh enggak kan ya?
jadi maksudnya gini nih, banyak ayah sekarang tuh yang cueeeeeeeek banget sama putrinya. Padahal tuh ya, telah terbukti secara studi psikologi banyak remaja putri yang mempunyai kelainan bersikap didepan laki-laki (misalnya ketakutan, gemetar, atau deg-deg-an berlebihan) karena mereka kurang perhatian dari Ayahnya. nah, untuk menghentikan gejala ini nih, penting untuk ayah mengelus kepala putrinya sesekali, atau mengenggam tangannya atau merangkulnya kala berjalan. Biar anak putri tuh kalo depan laki-laki ga uget-uget ga jelas gitu, hihihiii.
Adalah penting bagi perempuan bisa bersikap jelas dan tegas didepan laki-laki, islam pun mengajarkan hal serupa. Jadi bagi para ayah, jangan gengsi-gengsi ya deket-deket sama anaknya. =)


Ok, untuk sementara 3 dulu ya.tentu masih banyak yang lainnya. tapi saya mau sarapan dulu, hehe. Semoga anda bisa jadi ayah nomor satu di dunia ya ^^b
sip!SEMANGAT!!!

Ayo, berikan yang terbaik untuk anak-anak anda mulai dari sekarang