haha, geli sendiri baca judul ni post, hihihihi..
eits, bukan saya lagi labil ya, tapi temen-temen saya, #lho?😛

****
“Serius deh sa, kalo loe ngerasain jatuh cinta, ‘klepel-klepek’ pasti”
saya: bengong
“gue sampe sakit Sa dua minggu mikirin dia”
saya: tetep bengong
“padahal tuh ya, gue tuh jarang ketemu dia. kenal juga enggak, sekedar tau muka aja”
saya: tambah bengong. bisa sampai segitunya kah? -,-”
dalam hati istighfar trus doa Ya Allah lindungilah aku dari gangguan jin dan syetan, aamiin

***
“Eh, tau ga si A itu pacarnya B loh” ungkap seorang teman dikantin tiba-tiba.
Uhuuuuuuuuk-uhuk! astaghfirullah, hampir keselek es gue dengernye!
eh, bener si A ama B? kok bisa?” lanjut saya mencroscek pernyataaan orang didepan saya ini, awas aja kalo hoax!
“hah Sa?! loe baru tau?serius?!!” giliran dia yang kaget
“iya, hehehe” nyengir.😀 dalam hari bergumam, lah, ngapain juga gue ngurus siapa pacaran ama siapa, hehehe. ^^v
tapi setelah dipikir-pikir aneh juga ya. si Fulanah ini pinter banget, rajin pula, kenapa dia mau pacaran sama si Fulan yak yang notabenenya anak nakal di kampus yak?. mmmmm, ga ngertiiiiiiiiiiiiiii….
****

STOP bahas contohnya. yuk bahas penyebabnya🙂

****

LOVE IS BLIND, A Neurophysiological study

kemarin, sewaktu training study skill dari YDBP-UI (yayasan penyandang dana beasiswa saya selama kuliah di UI) trainernya, mas Bobby, menyinggung sedikit tentang neurophysiology. Dalam ilmu Neurophysiology, sebuah ilmu yang menghubungkan antara ilmu syaraf klinis dengan ilmu psikology, menyebutkan bahwa otak manusia mempunyai dua pemerintahan. pemerintahan pertama yaitu pemerintahan otak rasional. otak inilah yang menyimpan fungsi berfikir rasional kita seperti menghitung, mencari arah, dll. pemerintahan kedua yang lebih dikenal dengan AMIGDALA adalah otak dengan fungsi perasaaan seperti marah, cinta, dll.

Pada dasarnya untuk melakukan sebuah tindakan manusia hanya mempunyai satu “wajan” (tempat masak itu loh) di otak untuk digunakan. wajan ini sebagai satu-satunya tempat mengolah informasi dari otak manusia dan menerjemahkannya sebagai sebuah tindakan. (FYI, ternyata multitasking itu hanya mitos loh, jadi pada dasarnya manusia hanya bisa melakukan satu hal dalam satu waktu. kenapa? ya karena “wajan” kita cuma satu, hehehe😀 ). Wajan ini akan menolak informasi dari dua pemerintahan sekaligus. dia hanya mau menerima perintah dari satu pemerintahan dalam satu waktu. #bingung ya? ^^v maap yak!

ketika seseorang sedang jatuh cinta, atau dengan kata lain AMIGDALAnya sedang bekerja, maka informasi dari otak rasional manusia tidak akan diolah. Makanya kalo ada yang lagi jatuh cinta akan susah menerima hal rasional. coba aja kita tanya “eh, lue kenape suka dah ama dia? dia kan bla-bla-bla” paling dia cuma bilang “ya ga tau dah, suka aja gitu” xixixixi banget ga tuh saudara-saudara? haha. jadilah orang itu cinta buta sampai-sampai demi cintanya lautan disebrangi, gunung didaki, rumput dicabuti, hihihi.

Lihatlah contoh nomor satu. bagaimana mungkin dia jatuh sakit cuma karena mikirin orang yang bahkan ga dikenal? zzztttt banget kan yak, ga masuk akal -,-” . juga contoh nomor 2. tapi ternyata ya itu, otak rasionalnya memang sedang tidak dipakai, amigdalanya berfungsi secara optimal sepertinya.bwahahaha😀 (mungkin itu mengapa dalam islam talak suami tidak dianggap sah jika dalam keadaan marah kali ya. karena si suami lagi ga sadar secara rasional, hehehe..eeeeh, sesungguhnya Allah yang tahu alasannya, anggap saja ini hikmah ^_^ )

Untunglah Allah Maha Adil. Amigdala berfungsi bagai jam pasir. pada satu masa nantinya kadar amigdala ini akan habis. (bayangkan jika ada orang mementingkan perasaaan tanpa berfikir rasional selama seumur hidup?) itulah mengapa pada tahun pertama orang yang menikah seperti orang yang tergila-gila cinta,(kalo kata firman sih biasanya 4 tahun pertama) tapi pada tahun setelahnya mereka akan menjadi pasangan yang rasional, tak lagi mendewakan cinta dalam berumah tangga. nah, biasanya disinilah muncul konflik besar dalam rumah tangga karena suami/istri mulai melihat secara rasional segala sesuatunya. Solusinya? ya munculkan lagi amigdala-nya. bisa dengan second honeymoon, jalan ke tempat-tempat pertama bertemu atau bahkan ada yang mendatangi psikolog untuk konsultasi khusus (gileeeeeeeeee, gue training study skill tapi malah dijejelin kayak ginian nih ama Mas bobby, hahaaha)


Jadi gitu saudara-saudara kenapa sampai ada cinta buta. karena memang dalam diri orang itu amigdalanya sedang bekerja dan otak rasional tidak digunakan. So,kendalikan rasa dan pastikan Amigdala saudara-saudara masih bisa dikendalikan ya!😀

didedikasikan untuk mereka yang sedang jatuh cinta. bahwa sesungguhnya cinta sejati datanya dari Allah saja. maka beristighfarlah sebanyak-banyaknya jika cinta itu belum sampai pada halalnya.🙂