Tags

Bukan salah Papua kalau ingin merdeka” kata seorang ustadz di kajian subuh radio pagi itu. sang ustadz lalu menjelaskan bagaimana sulitnya kondisi di papua. Beliau menceritakan sulitnya menuju sebuah pemukiman muslim diwilayah pesisir dengan menempuh perjalanan darat dan sungai dari kota terdekat. tak perlu kau bayangkan resikonya teman,bukan hanya lelah fisik yang telah menanti perjalanan tapi juga taruhan nyawa selaam perjalanan. bagi orang disana, ditelan buaya hidup-hidup saat sedang mengarungi sungai menuju kampung adalah hal biasa.😐

Ketika sampai kampung muslim tersebut, sang ustadz dan panitia yayasan membagikan pakaian bekas layak pakai untuk penduduk. “bayangkan, baju bekas kita yang udah mau kita buang ternyata dijadiin mukena mereka disana, sangking bagusnya untuk ukuran mereka” tambah sang ustadz. kehidupan mereka masih sulit, jangankan untuk memikirkan memakai baju layak pakai, tempat tinggal mereka saja masih dari rumbia. T.T


Ketika tim sang ustadz pulang, ada gerombolan anak yang menghalangi mereka saat akan naik perahu. anak-anak itu merajuk “kami ingin sekolah, kami ingin pintar, ajari kami”. yup! akses pendidikan pun sulit didaerah tersebut. kampung muslim ini seperti benar-benar terisolir. Lalu sang ustadz dengan segala pertimbangan membawa beberapa anak ke jakarta untuk disekolahkan dengan syarat bahwa sang anak harus segera mengabdi kembali di papua setelah selesai study. semua sepakat, berangkatlah tim relawan dan anak terpilih menuju kota Jakarta🙂

eh eh,mari berfikir.
sudah berapa lama ya indonesia merdeka?
mengapa papua masih tertinggal?
kemana pemerintah Indonesia?
apa lebih baik mereka berpisah saja dari Indonesia?
bukankah memang politik elit sengaja menunda pembangunan papua?
kaasssiian, dari pada ditunda terus pembangunannya, lebih baik merdekaan saja!
segera yah!😀

semua terjadi, semua nyata, di Papua
haduuuuuuuuuh, jadi tambah pengen kesana :3