Tags

Parlemen Indonesia, Bisa!

 Eliza Eka Nurmala
*ditulis untuk mengikuti seleksi Parlemen Remaja Indonesia DPR RI

 Untuk mengatur sebuah negara, diperlukan suatu sistem politik. Secara umum, sistem politik terbagi mejadi sistem politik presidensial, parlementer dan modifikasi keduanya.   Sistem Presidensial menekankan pada kekuasaan dan kewenangan yang besar yang dimiliki oleh seorang Presiden (uzey, 2010). Negara dengan sistem presidensial ideal adalah Amerika dan negara dengan sistem parlementer ideal adalah Inggis. Bahkan inggris  disebut sebagai ibu negara parlemen. Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia sendiri menganut sistem modifikasi dari kedua sistem ajeg tersebut. Pencampuran tersebut dipilih untuk menyesuaikan dengan kondisi negara kita. Lalu pertanyaanya, apakah semua fungsi sudah berjalan pada koridornya?mengingat kondisi bangsa kita yang masih stagnan ini.

Pilihan Indonesia

Modifikasi dari sistem presidensial dan parlemen di Indonesia bisa dikatakan terjadi belum lama. Pada masa orde baru yang di pimpin oleh Soeharto, sistem politk Indonesia bisa dikategorikan murni sebagai sistem politik presidensial. Karena kekuatan dan kesewenangan sang presiden saat itu tidak dapat dibendung. Sejak reformasi bergulir di negeri ini, sistem tersebut dievaluasi dan kini tidak sepenuhnya lagi diterapkan.

Adanya lembaga yang representatif atas suara rakyat dari seluruh penjuru negeri dirasa perlu untuk memaksimalkan fungsi pelayanan pada rakyat. Oleh karen itu, dibentuklah lembaga perwakilan rakyat, MPR-DPR RI. Kehadiran MPR-DPR di Indonesia menunjukkan adanya sistem parlementer di Indonesia dengan harapan Indonesia akan lebih baik dimasa mendatang.

Kini, lembaga perwakilan  rakyat tersebut boleh dikatakan sedang mengalami masa krisisnya. Berdarkan survey dari Lembaga Survey Nasional, diketahui kepercayaan  rakyat terhadap kinerja DPR menurun. Hal tersebut tentu tidak diharapkan oleh semua pihak namun survey tersebut sedikitnya memberi gambaran akan kinerja parlemen dimata rakyat. Sebagai lembaga tinggi negara, DPR harus kembali ‘membersihkan’ namanya untuk merebut hati rakyat. Lalu bagaimanakah caranya?

Parlemen Ideal

Di Indonesia, DPR-MPR adalah lembaga parlemen  yang mewakili suara rakyat. Parlemen ideal mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dimasa depan. Disini penulis merumuskan beberapa cara agar parlemen Indonesia menjadi parlemen yang semakin ideal berdasarkan ciri parlemen tersebut. Diantaranya yaitu:

  1. Dipilih langsung oleh rakyat

Anggota dewan atau legislatif di Indonesia harus di pilih langsung oleh rakyat.  . Masa PEMILU juga harus dikawal dengan ketat untuk mengurangi tindak kecurangan sehingga mereka yang terpilih memang benar-benar pilihan rakyat. Anggota dewan tersebut harus berasal dari seluruh provinsi di Indonesia sehingga tidak ada daerah yang tidak terwakilkan dan parlemen bisa lebih representatif terhadap suara rakyatnya.

2. Tidak lagi mementingkan partai

Walaupun anggota dewan maju atas dukungan partai. Namun, ketika mereka telah duduk di bangku parlemen mereka bukan lagi wakil partai tetapi wakil rakyat karena rakyat yang memilih mereka. Sudah seharusnya tidak ada lagi anggota parlemen yang mementingkan kepentingan partai diatas kepentingan rakyat. Kejujuran anggota parlemen diuji disini, apakah mereka bersuara demi kepentingan rakyat atau hanya kepentingan golongan partainya.

3. Optimal Memonitor Pemerintah

Akhir-akhir ini sering tertulis berita bahwa anggota DPR kecolongan  atas kegiatan-kegiatan pemerintahan yang tidak prorakyat. Beberapa menteri acap dipanggil DPR setelah sebuah kasus terlanjur terjadi. Seharusnya, lembaga parlemen ini mencegah terjadinya program-program yang tidak diinginkan dengan monitor secara berkala. Jika sistem monitring anggota dewan berhasil terhadap kinerja pemerintah, maka dapat dipastikan tidak ada lagi program pemerintah yang tidak pro rakyat

4. Kekuatan Pemimpin Parlemen

Leadership dalam segala segi memang dibutuhkan termasuk dalam kepemimpinan di parlemen. Pemimpin mutlak ada untuk mengatur jalannya lembaga. Leadership yang kuat akan membawa perahu lembaga menjadi ke pulau tujuan. Permasalahan yang kini muncul di tubuh parlemen menurut beberapa kalangan juga disebabkan kepemimpinan yang kurang. Seharusnya pemimpin bisa mengarahkan kerja parlemen seperti ketika sidang atau sebagainya. Dengan kepemimpinan yang kuat ditubuh parlemen diharapkan permasalahan internal parelemen dapat segera diselesaikan

5. Bekerja Cepat dan Tepat

Sebagai pembuat kebijakan di negeri ini, sudah selayaknya parlemen Indonesia yang dinisbatkan kepada DPR RI bekerja dengan cepat dan tepat. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak rancangan undang-undang yang belum naik sidang. Padahal, undang-undang tersebut dengan segera dibutuhkan rakyat. Juga bukan rahasia lagi jika dalam pembahasan suatu undang-undang waktu yang dibutuhkan kadang terlalu lama. Hal tersebut berdampak pada molornya  pembahasan rancangan yang lain. Dengan kinerja yang cepat dan tepat diharapkan tanggungjawab parlemen dapat dijalankan dengan baik.

6. Menerapkan Sistem Good Governance

Dengan merepakan sistem good governance, diharapkan kinerja lembaga terus membaik. Transparansi sebagai salah satu pilar good governence tidak hanya dilihat dari segi anggaran lembaga tetapi juga kinerja anggota parlemen. Sistem ini dipercaya dapat mengurangi korupsi di lembaga termasuk didalamnya korupsi uang rakyat dan korupsi waktu-waktu rapat. Jika good governence ini dapat diterapkan oleh parlemen, maka dapat dipastikan citra parlemen juga akan ikut membaik dimata rakyat.

Parlemen Indonesia, Bisa!

Sebagai salah satu lembaga negara yang berperan penting untuk mensejahterakan bangsa, sudah selayaknya DPR berbenah.  Dengan adanya niatan dan tindakan nyata untuk perbaikan parlemen Indonesia maka bukan hal yang mustahil kepercayaan rakyat pada parlemen akan kembali lagi. Meresapi semangat Indonesia di ajang Sea Games, maka saya katakan bahwa Parlemen Indonesia, Bisa!. Bisa berbenah, bisa berubah, bisa lebih baik, bisa mewakili rakyatnya. Tentu saja, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan parlemen yang ideal. Partisipasi aktif masyarakat jug diperlukan. Oleh karena itu, mari bersama-sama mewujudkan parlemen yang lebih baik untuk Indonesia yang lebih sejahtera.

Referensi:
http://guildofnavigators.forumotion.net/t22-15-ciri-sistem-pemerintahan-parlementer
http://id.shvoong.com/law-and-politics/public-administrations/2116863-pengertian-sistem-parlementer/
http://id.wikipedia.org/wiki/Parlemen
http://images.nizardi.multiply.multiplycontent.com
http://trionoakhmadmunib.blogspot.com/2011/11/format-ideal-parlemen-indonesia-what.html
http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/pdfMakalah/makalah_4%20Kliping%2097-133.pdf
http://www.slideshare.net/bungl0n/sistem-pemerintahan-di-berbagai-negara/download

doakan saya lulus seleksinya ya. kalo lulus, saya akan ditraining selama tanggal 2-6 desember untuk bersimulasi menjadi anggota DPR-RI😀. saingan saya mostly dari FISIP dan FH se Jawa-Bali. tapi saya masih percaya diri kalo saya pasti terpilih walau dari FKM,hehe.  Ganbate!!!