Tags

,

Hari ini saya diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi moderator diacara SALAM UI. acaranya bertajuk “Cerita Perempuan Indonesia” yang lebih ngetop dikenal dengan  CERMIN. nah, saya kebagian jadi moderator sesi talkshow “How To Be A Great Mother“. Kaget sih waktu ditawarin talkshow ini. haha. ya iyalah, lawong saya aja belom nikah, gimana mau ngebahas tema tentang ibu coba?. Tapi ya sudahlah ya, atas nama profesionalitas, saya ‘iya’ kan juga tawaran dari panitia🙂

Adalah Ummi Ikhsan, seorang single parents yang juga ibu dari 4 anak penghafal quran, dan Ismail Ghulam, putra ke-6 dari 10 bersaudara penghafal Al Quran putra dari Ibu Wiriyaningsih, menjadi pembicara pada Talkshow kali ini. Ummi Ikhsan mendirikan dan mengasuh sebuah pondok pesantren di Bandung, anak-anaknya pun tergolong kedalam kategori anak berhasil dunia akhirat. bayangkan satu diantara keempat anaknya sudah menjadi hafidz, dan yang lainnya sedang menuju proses menjadi hafidz. anak pertamanya sekarang berada di Kairo, anak keduanya di Jepang, anak ketiganya kuliah di FMIPA UI, dan anak keempatnya (saya lupa dimana, maaf, hehe). Subhanallah, dengan segala kesibukannya untuk mencerdaskan umat, beliau juga bisa mendidik anak-anak yang berprestasi tidak hanya di tataran agama tapi juga akademis.🙂

Begitu juga anak dari ibu hebat, Ustadzah Wirianingsih. Ismail adalah satu dari 10 putra-putri penghafal Quran. sampai sekarang, Ismail telah menghafal 21 juz disaat umurnya masih 18 tahun. target beliau untuk tahun ini adalah menjadi hafidz 30 juz dan tembus kuliah di ITB. Aamiin, Semangat Ismail!!!😀 (FYI: Ismail memilih untuk berhenti melanjutkan studi pasca lulus SMA selama satu tahun untuk fokus menghafal sebelum kuliah tahun depan)

ada beberapa tips dari Ummi Ikhsan untuk menjadi Great Mother, yang bisa saya rangkum disini hanya sedikit sih tapi semoga bisa menambah khasanah ilmu kita ya saudara-saudari,,,🙂

  • Bagun pagi, mandi, dandan cantik!. selambat-lambatnya beliau bangun pagi itu jam 3 pagi. lalu beliau melaksanakan sholat malam minimal 11 rakaat dengan witir. trus beliau mandi dan dandan cantik. mandi biar badan seger dan lebih semangat beraktivitas seharian nanti. trus kalo dandan cantik ini beliau persembahkan untuk suami beliau (alm) agar terlihat segar dan menjadi bagian dari ibadah menyenangkan suami katanya. jangan sampai ketika keluar rumah kita dandan wangi cantik tapi ketika dirumah kita lecek, kumel, bau, dekil. jika begitu, lalu untuk siapakah kita berhias? bukankah seharusnya berhias itu untuk suami yang ada dirumah? hehe. Oke, baiklah, untuk kita-kita yang masih single (and very happy😉 ) poin dandan cantik belum bisa kita praktekkan kali ya. cukup sampai bangun pagi dan mandi. untuk dua poin itu, kita ga perlu nunggu punya suami kaliii, yuuuk biasakan dari sekarang!😀
  • Sediakan waktu khusus untuk anak. setiap bada subuh hingga sekitar pukul 6 atau 7, Ummi ikhsan biasa membuka kelas khusu dirumahnya. muridnya siapa? tentu anak-anak beliau. anak-anak beliau asuh sendiri untuk belajar mengaji. menghafal adalah fokus yang beliau targetkan untuk anak-anak. lalu pertanyannya, bagaimana dengan pekerjaan rumah tangga beliau? bukankah pukul 6 atau 7 itu saat saat untuk berberes rumah. Nah, Subhanallahnya Ummi mempunyai partner kerja dirumah (baca: Abi) yang super duper pengertian. Abi lah yang mengerjakan pekerjaan dapur. hampir semua pekerjaan dapur Abi yang urus. begitulah pembagian kerja dirumah ini, Ummi mendidik anak, Abi mengurus rumah, tanpa malu tanpa gengsi!  (Haduh, cari dimana nih suami kayak gini?Allah, elsa pesen satu ya. wkwkwkw 😉 )
  • Berikan perhatian, sesibuk apapun!Gila man! sekarang jaman udah canggih kali. ada HP, ada BBM, ada FB, ada twitter, masih ngaku ga bisa ngasih perhatian ke anak? kelaut aje! hehe (kok gue jadi kayak sewot yak?haha peace, damai! ^^v).  walaupun sibuk, Ummi masih menyempatkan diri memberi perhatian ke anak. kadang via SMS atau telfon. tidak ada alasan tidak perhatian.
  • Berkatalah yang baik. ada ibu yang telah semangat cerewet memarahi anaknya tapi tidak berdampak pada sang anak. tuh anak bandel aja terus. namun, ada pula Ibu yang dengan satu dua kata tanpa lelah bercerewet ria sudah mampu ‘menaklukkan’ anaknya. taukah kamu kenapa? karena sang Ibu mengeluarkan perkataan yang baik (atau ‘berat’ dalam bahasa Al Quran). pertanyaannya, bagaimanakah agar perkataan kita menjadi perkataan yang baik? Mudah, kata Ummi. cukup seringkan lisan kita membaca AL Quran, melafazkan zikir dan berdoa. biarlah Allah yang akan membantu kita melunakkan hati anak-anak kita karena dekatnya kita kepada Allah.
  • Sayangi orang ketiga. Orang ketiga disini bukan selingkungan ya, haha. tapi orang ketiga ini adalah orang yang membantu kita dirumah. semisal kita lagi ada tugas keluar kota atau keluar negeri. siapa sih yang jaga rumah? yang jaga anak-anak? mereka kan? nah, makanya sama yang bantuin dirumah jangan pelit. sayangi mereka. sehingga mereka akan menyayangi anak kita. tidak sekedar membantu memberi anak makan. tapi juga bisa menjaga ruhiah anak selama kita tinggal
  • Carilah The Great Husband. sumpe ye, pas Ummi ngeluarin statement ini, nih ruangan MIPA B101 jadi rame. penonton heboh sendiri. bwahahaha. maklumlah ya, kebanyakan masih single gitu. (termasuk moderatornya, hehe😉 ). Karena rumah tangga dikemudikan oleh suami. maka, sebelum terlambat, carilah suami yang mempunyai satu visi dan misi. carilah suami yang juga rela berkorban untuk mendidik anak. carilah suami yang dapat berkerjasama membangun rumah tangga sakinah, mawadah, wa rahmah, aamiin😀. Lalu bagaimana nih kalo ternyata sudah terlanjur ‘salah’ memilih suami? maka pastikan diri kita menjadi terus lebih baik, jangan sampai suami yang tidak sholeh misalnya membuat iman kita juga turun (nauzubillah). Berdoalah pada Allah untuk mensolehkan beliau dan pastikan kita tetap semangat mendidik anak. jangan larut dalam penyesalanny ya girls🙂
  • Cita-citakan, Targektan, Programkan!ini kunci andalan Ummi hingga dapat menjadikan anak-anaknya manusia-manusia hebat. Ummi telah sejak dulu mencita-citakan ingin mendidik anak-anaknya penjadi pecinta Al Quran. maka dengan azzam yang kuat, segala macam kesulitan Ummi hadapi. termasuk kesulitan finansial yang sempat mendera Ummi dimasa anak-anaknya balita. segala macam pengorbanan Ummi lakukan untuk membantu Abi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. subhanallah. Tak hanya itu, Ummi biasa membuat target dan program untuk anak-anaknya. setiap harinya Ummi mengecek perkembangan sang anak. Ummi katakan pernah suatu massa lembaran Al Quran sang anak jadi berwarna-warni penuh stabilo sebagai tanda sudah dihafal. disinilah kedisiplinan sang Ummi juga diuji untuk bersabar memantau perkembangan anak. Insyallah, dengan adanya Cita-cita, target dan program maka mimpi kita menjadi Ibu hebat dapat terwujud. aamiin:)

Untuk cerita dari Ismail, kapan-kapan kali ya, mianheee harus baca proposal riset lagi nih >.< (pokoknya intinya Ismail ini anak hebat dari Ibu dan Bapak yang hebat. gitu deh, hehe).

Well, maka, dari sekarang rencana kerja menjadi Ibu hebat harus kita buat kalau memang mau jadi ibu hebat. mulai dari perbanyak hafalan sampai perbanyak ilmu pengetahuan terutama psikologi perkembangan anak. tidak lupa juga perbanyak ilmu terkait bagaimana membentuk keluarga islami ya. bukankah perencanaan adalah setengah dari kesuksesan?🙂 (zzzttt, untuk siapa calon suami/istri mah ga perlu direncanaain kali para pembaca, tenang-tenang, Allah sudah menyiapkan masing-masing kita jodoh terbaik kok. jadi jangan pada labil ato galau ya. kalau waktunya tepat, pasti nanti datang. santailah, kayak dipantai😉 ).

finally let’s say: Yes! I am a great mother!!😀

Setelah jumat jadi moderator acara BEM UI lalu dikasih souvenir seperangkat perawatan kecantikan wajah, hari minggu ini dikasih souvenir dari SALAM UI juga berupa peralatan make-up. bwahahaha. Allah itu selalu punya cara unik ya untuk mendidik saya jadi lebih wanita. haha. anyway, Alhamdulillah, terimakasih Allah..🙂