Tags

,

kalau dulu kriteria orang dewasa dimata saya hanya bagaimana orang itu mengendalikan emosinya, kriteria itu bertambah satu sekarang. salah satu ciri orang dewasa adalah ia yang mau mengerti bukan dimengerti.

ada banyak orang selalu ingin dimengeri, tapi sedikit yang mencoba untuk mengerti
ada banyak orang yang selalu ingin diberi, tapi sedikit yang mencoba untuk memberi
ada banyak orang yang selalu ingin diperhatikan, tapi sedikit yang mencoba untuk memperhatikan

pernah kejadian kayak gini, si A lagi sebel ke B tapi si A ini juga cemberut ke C,D, sama E. pokoknya kalo A marah sama satu orang, semua orang kena deh. pernah ketemu orang yang kayak gitu? kalo ditanya “A, kenapa sih kok bisa kayak gitu? kan loe marahnya ke B, tapi kenapa loe ikut ngomelin si C,D, E?” trus si A bilang gini “hadduh, iya, maaf ya, gue itu kalo sebel sama satu orang, semua orang jadi kena. maaf ya“. kalau ada orang yang kayak gitu didepan saya, mungkin akan ada bubble di kepala saya bunyinya gini “ah, kamu belum dewasa ya berartišŸ˜€ “. well, orang yang seperti ini memang belum masuk kategori dewasa dimata saya. dia tidak adil dan dia masih selalu ingin dimengerti. dia tidak adil karena memperlakukan C, D, dan E yang tidak mempunyai salah apa-apa dengan si B yang mungkin membuatnya kesal. dia masih selalu ingin dimengeri karena dia nunjukkin wajah sebelny ke depan si C,D, E sebenernya biar semua tau kalau dia itu emang lagi kesel, marah atau sebel. iya ga? iya ga? hehe. that’s why, saya tuh kaguuuuuuuuum berat sama orang yang dalam sedihnya, marahnya, kesalnya masih bisa terus tersenyum didepan semua orang. bukan karena dia membohongi perasaannya tapi karena dia tau dimana dan kepada siapa wajah sedih, marah, kesalnya harus dia tampakkan. wow!!!dewasa sekali!šŸ˜€

sekedar tips nih dari saya (yang juga belajar jadi dewasa) untuk bisa menjadi orang yang ‘mengerti’ bukan ‘dimengeri’. well, jujur, sometimes pengen banget sih orang tau kalau saya lagi marah, sebel, capek atau kesel. tapi ada satu hal yang bisa mengurungkan niat saya berjutek-jutek ria didepan orang. sebuah nasihat dari manusia terbaik sepanjang zaman, nabi Muhammad saw. Dalam sabdanya beliau bilang ā€œJanganlah kamu memperkecil-kecilkan kebaikan walaupun sedikit. Sekalipun engkau menemui saudaramu dengan wajah yang berseri-seriā€(riwayat Muslim). jangan sampai hak saudara kita yang seharusnya mendapati kita dengan wajah sumringah terkalahkan oleh ego kita yang ingin terus dimengerti. cobalah mengerti bahwa saudara kita itu tidak punya ‘dosa’ apa-apa sehingga harus mendapati kita dengan wajah susah. biarlah wajah susah dan sedih kita hadapkan hanya pada sang pembolak-balik hati, Allah swt.šŸ™‚ dan coba percaya pada doktrin saya “Smiling is Healing“, senyum itu menyembuhkan. coba nih ya sekali-kali lempar senyum terbaik kamu ke orang yang bikin kamu marah, sebel kesel, dan rasakan rasa-rasa negatif itu akan berkurang dari hati kamu. inshaallah. Berat? iya sih memang, tapi bukankah kebaikan terkadang perlu dipaksakan?šŸ™‚


so, yuuuk menjadi orang dewasa yang belajar terus mengerti dan memahami bukan terus dimengerti dan dipahami. yang memberi itu akan selalu diatas yang diberi kok, trust me!.šŸ˜‰

Thanks to Rosulullah saw who teach us a lot of this loves. miss u so much!