ini gokil! bahkan kami bertiga sengaja janjian untuk dateng ke seminar pra-nikah. BERTIGA. me as the only one girl, with Firman and Naufal. sepertinya persabatan kami setingkat lebih bermanfaat lagi, hihiihi

dan sore ini berangkatlah kami ke F.Psi untung ikut seminar dengan tajuk ‘sebelum janji terucap’. tadinya hampir batal nih ikut acara gara-gara ada kuliah tambahan, tapi dasar rizkinya kami untuk nonton kali ya, kelas tambahan bubar.

entahlah, pas liat publikasi dari acaranya, saya langsung interest untuk ikut. padahal sebelumnya saya mana pernah mau ikut ginian. tapi ya, sadar umur lah ya, hahaha. ga lama, si firman kirim sms undangan ke acara yang sama. gotta!aku tau siapa yang bisa aku ajak nonton ni kajian.

nah, pas lagi bertiga sama naufal, i asked them to come together. firman langsung sepakat ikutan (ya iyalah secara dia yang paling ngebet nikah diantara kita bertiga, haha) dan nopal yang ga tau apa-apa juga mau ikutan. walau nopal sempet bilang: ‘ha? kita kan ada kuliah. ya udah deh ikut tapi sampai jam 5 aja ya, ada kuliah tambahan kita‘, fal, fal, kayaknya orang paling waras diantara kita bertiga cuma elu dah. haha

so, sore-sore ngumpullah kami dikantin FKM trus meluncur naik bikun ke F.Psi. disana sempet bingung karena kita bertiga lupa (atau bahkan lebih tepat dikatakan ‘ga tau’) acarany dimana. but, untunglah pas kami bertiga sampai, acaranya baru sesi tilawah. yes, we were late and did not get the drink but we were not late to get the speech. alhamdulillah. disana rameeeeee, subhanallah, untuk ukuran kajian rutin saya acungin jempol untuk FUSI Psikologi. peserta yang dateng tuh dari mana-mana (termasuk saya and the gank).

dan duduklah kami dengan manis bertiga sejajar dibarisan yang sama, ketiga dari depan. kadang-kadang saling liat-liatan kalo ada materi lucu atau aneh trus bertiga ngikik ketawa nonstop. geliiiiiiiiiiiiiiii!!!! but we enjoyed it!😀

banyak ilmu yang didapet, semoga bisa jadi modal masing-masing kita ya guys!


***
saya dulu paling males ngomongin tentang nikah. sampai pada titik dimana saya sadar, bahwa amal harus didahului ilmu. hey! it doesnt mean that I wanna marry soon loh ya, jauh itu mah! tapi mau ga mau, suka ga suka, nikah itu emang butuh ilmu kalau mau punya keluarga yang oke. dan berbicara tentang ilmu nikah itu bukanlah bentuk kegalauan. kecuali jika kita bicara soal ‘calon’ itu baru galau namanya!haha