Tags

sudahkah saya bercerita tentang mimpi baru saya?
mm, nampaknya belum ya?
baikalh, akan saya ceritakan..

saya mengevaluasi diri saya sendiri. kenapa ya selama ini target2 saya berorientasi dunia terus?mm, sedih rasanya…

dan entah mengapa, tiba-tiba panggilan jiwa itu datang. saya ingin ke Mekkah, saya ingin melihat kabah, saya ingin mencium hajar aswad! ya rasanya, saat itu juga saya ingin terbang kesana.

kemudian, mimpi itu ingin saya realisasikan segera. kapan? kemudian saya mempertimbangkan waktu yang tepat. rasa-rasanya, 3 tahun waktu yang cukup untuk saya menabung 18 juta sebagai modal umroh kesana. aamiin

kenapa tidak langsung haji?

jika Allah menghendaki, tentu saya ingin lebih dulu berhaji. tapi mengingat pendaftaran haji yang butuh waktu daftar bertahuntahun sedang saya sudah kebelet ketemu kabah. akhirnya saya memutuskan untuk bermimpi umroh dulu. tentu mimpi haji ada, sebelum umur 30 (atau 35 yang jelas tidak lebih dari 45), inshaallah.
huaaa, mimpi itu semakin menjadi-jadi kala saya dengar murobbiah saya akan berangkat umroh keduakalinya bersama suaminya. subhanallah..iri sekali rasanya…saya nitip doa ke beliau. minta didoain bisa nyusul kesana 2015 nanti, sesuai mimpi saya, aamiin

ada juga buku tentang perjalanan ke mekkah seorang dosen yang saya baca. saya nahan nangis tiap bacanya. jangankan berada dimekah beneran, itu, saya cuma visualissasi cerita beliau dari buku itu aja udah haruuu sekali, nangis. membayangkan betapa nikmatnya beribadah ditanah haram. Allahu Akbar, Allah jadikan aku orang yang mampu,,,

puncaknya visualisasi mimpi saya sepertinya hari ini, hihihi. iseng saya pergi ke toko yang jual perlengkapan haji dan umroh serta oleh2nya. iseng2 tanya harga baju ihrom, tanya peralatan yang biasanya dibeli jamaah, seolah2 seminggu lagi saya berangkat ke tanah suci. penasaran sama siwak, saya beli satu tangkai. lalu saya beli air zamzam, biar berasa air mekkahnya, hihihi. alhamdulillah, keluar toko semangat saya tercharge habishabisan. rasanya mantaaap sekali ingin nabung kesana. rasanya mekkah itu dekat, dekat, dan saya yang cuma asisten dosen dengan penghasilan tidak tetap ini kok rasa rasanya pasti bisa kesana, Pasti bisa..inshaallah..

pulang dari toko mekah, saya sms ibu. minta doa agar niat saya terkabul. ibupun mengamini dengan semangat di sms “bapak ibu diajak ga kasana?”. iya bu inshallah diajak kesana jawabku.

kalau dihitung2, 1 orang ke Mekkah itu kira2 biayanya 18juta. ama ini itu anggaplah 23juta seorang. berempat untuk saya sekeluarga berarti butuh sekitar 94juta. murah, inshallah (murah lawong ganjarannya ketemu Rumah Allah, =D )

Ibu nanya, ya ibu maulah kesana tapi yang ibu bingungin, uangnya dari mana nak? aku jawab, uang gampang bu, yang penting niat berangkat dulu. =) dalam hati bilang, siapa tau dapet undian dari hypermart, hehehe. *tibatibasadarkalo seringbagetdapetbonusnomorundian di hypermart, =p *

saya yakin, seyakin yakinnya. saya bisa mencapai mimpi saya ketanah haram 2015. masalah rizki dari mana, wallahualam. saatnya bekerja keras menabung rupiahdemi rupiah untuk tanah haram. apa mungkin jadi juragan kambing adalah jalan keluarnya?mmm, let’s see..

 

 

mohon doanya ya reader agar mimpi saya cepet terkabul =)