Tags

, ,

Tugas matkul Kesehatan Masyarakat Intermediet, untuk analisa masalah kesehatan di Indonesia. penyakit yang kelompok kami ambil adalah Pneumonia karena CFRnya paling tinggi di Profil Kesehatan Indonesia 2010. nah, saya kebagian untuk analisis determinan penyakit. ini summary nya =)

Untuk menganalisis determinan pneumonia, kelompok kami menggunakan metode analisis Lawrence green yang mengelompokkan determinant penyakit berdasarkan karakteristik host, agent dan environment. Hasil analisa kami meliputi:

  1. Host

Karakteristik individu yang berkaitan dengan pneumonia diantarnya adalah:

  • Umur:
    Umur paling berisiko terkena pneumonia yaitu anak dibawah lima tahun (WHO, 2012). Penduduk dengan umur diatas 65 tahun juga berisiko terkena pneumonia karena daya tahan tubuhnya menurun (Marrie & M.File, 2011)
  • Riwayat Penyakit Terdahulu
    Seseorang dengan riwayat penyakit tertentu menjadi lebih berisiko terkena pneumonia  (WHO, 2012), diantaranya:

– Penyakit paru-paru seperti cystic fibrosis, asma, emphysema
– Diabetes
– Penyakit jantung
– Lemahnya sistem imun yang mungkin disebabkan karena HIV, transpantasi organ dan kemoterapi
– Baru saja terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas, seperti influenza
– Kesulitan untuk batuk yang dikarenakan stroke, konsumsi obat dan alkohol, serta lumpuh.

  • Perilaku
    Faktor perilaku yang berhubungan dengan penularan pneumonia yaitu kebiasaan merokok (Marrie & M.File, 2011). Penelitian di Inggris menyebutkan bahwa merokok adalah faktor terbesar penyebab pneumonia pada orang dewasa (Farr, Bartlett, Wadsworth, & Miller, 2000)
  • Status Nutris
    Seseorang dengan gizi buruk memiliki risiko terkena pneumonia (Almirall, BolõÂbar, BalanzoÂ, & lez, 1999)

 2. Agent

Pneumonia disebabkan oleh berbagai agent infeksius seperti virus, bakteri dan jamur yang termasuk ke agent biologi. Agent yang paling sering menyebabkan penyakit pneumonia (WHO, 2012) yaitu

  • Streptococcus pneumoniae,
  • Haemophilus influenzae type b,
  • Virus respiratory syncytial dan
  • Pneumocystis jirovecy khusus pada anak dengan HIV.

 3. Environment

Kondisi lingkungan jelas berkaitan dengan penularan pneumonia karena pneumonia merupakan salah satu penyakit menular. Beberapa kondisi lingkungan yang berkaitan pneumonia diantarnya:

  • Polusi dalam ruangan
    Polusi dalam rumah yang disebakan oleh pembakaran tungku api terbukti dapat meningkatkan risiko terjadinya pneumonia (WHO, 2012)
  • Kepadatan isi dalam rumah
    Semakin padat isi rumah maka dapat menimbulkan risiko terkena pneumonia (SCHNOOR, et al., 2007)

Bibliography

Almirall, J., BolõÂbar, I., BalanzoÂ, X., & lez, C. G. (1999). Risk factors for community-acquired pneumonia in adults: a population-based case±control study. European Respiratory Journal , 13: 349±355.

Farr, B., Bartlett, C., Wadsworth, J., & Miller, D. (2000). Risk factors for community-acquired pneumonia diagnosed upon hospital admission. British Thoracic Society Pneumonia Study Group. Respiratory Medicine , 94(10):954-63.

Marrie, T. J., & M.File, T. (2011, Mei 31). Patient information: Pneumonia in adults. Retrieved Oktober 15, 2012, from Up to Date: http://46.4.230.144/web/UpToDate.v19.2/contents/f33/28/34708.htm?source=related_link#H3

SCHNOOR, M., KLANTE, T., BECKMANN, M., ROBRA, B. P., WELTE, T., RASPE, H., et al. (2007). Risk factors for community-acquired pneumonia in German adults: the impact of children in the household. Epidemiology and Infection , 135(8): 1389–1397.

WHO. (2012, August). Media Center: Pneumonia. Retrieved Oktober 15, 2012, from World Health Organization: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs331/en/

I fight Plagiarisme, and you? =)